Senin, 26 Desember 2011

Hari Kedua Puluh Enam. Mata.

Lima hari terakhir. Lalu ada yang bertanya, "kenapa mata?"

Karena aku tahu pada akhirnya kita semua sendirian. Siapa yang tahu siapa yang nanti akan menangisi kita? Siapa tahu semuanya pergi lebih dahulu. Atau kau. Entahlah.

Karena hanya itu yang bisa kulakukan. Ada banyak ketakutan yang kusimpan sepanjang hidupku. Ada banyak hal yang tidak bisa kulakukan karena ketakutanku sendiri. Ada banyak batasan-batasan yang kubuat sendiri dengan atau tanpa kusadari.

Karena ada banyak hal yang belum sempat kulihat dengan mataku sendiri. Karena terlalu banyak warna di dunia ini yang belum kujelajahi sendiri maknanya. Karena ada detail-detail kecil yang mungkin kulewatkan sepanjang aku hidup.

Karena kupikir lebih baik daripada tidak sama sekali. Sekali terlintas, maka itu menjadi hak untuk memikirkannya lebih lanjut. Sekarang atau tidak sama sekali. Karena pamrih hanya pada-Nya. Pahala hanya pada-Nya. Tak ada yang perlu kau harapkan dari sekitarmu lagi.

Mati sih mati saja. Berhenti bernafas. Ditangisi (kalau ada yang menangisi) lalu dikubur di tanah. Selesai. Memang mau apalagi?

Karena bisa saja hanya ini hal terakhir yang bisa kulakukan.

Dan karena ini hatiku yang berbicara. Sudah lama kuinginkan.
 
drawing pen dan cat air di atas kertas concorde











 Silakan cek : http://indonesianeyebank.org/ namun, untuk proses yang lebih cepat hubungi rumah sakit mata atau dokter mata terdekat di kotamu :)

1 komentar: